Fakta Kulit Manggis

By | October 17, 2015

Fakta Kulit Manggis » Laurent Garcin, seorang penjelajah hutan berkebangsaan Perancis yang memberi nama Garcinia mangostana pada abad ke 16, mungkin tidak menduga temuannya mempunyai manfaat lebih hebat daripada pengetahuan zaman kuno itu. Semua berawal pada April 1993 saat Munekazu linuma mengumpulkan kulit manggis dari berbagai sentral di Indonesia. Kulit manggis itu kemudia diterbangkan ke Gifu Pharmaceutical University, Jepang.

Fakta Kulit Manggis

Disana, oleh Kenji Matsumoto beserta rekan-rekannya Munekazu, sejumlah 2,7kg kulit manggis kering diekstrak dengan heksana, benzena, aseton, dan alkohol 70%. Ekstraksi menghasilkan 6 turunan xanthone: a-mangostin, b-mangostin, mangostinone, garcinone E, dan 2-isoprenyl-1,7-dihydroxy-3-methoxyxanthone.

Tangkal penyakit modern

Kehebatan kulit manggis tidak luput dari perhatian peneliti Indonesia. Menurut Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, kulit manggis mengandung 50 senyawa xanthone. Xanthone adalah bioflavonoid yang bersifat Antioksidan, antibakteri, antialergi, antitumor, antihistamin, dan antiinflamasi. Molekul biologi aktif ini mempunyai struktur cincin 6 karbon dan kerangka karbon rangkap, sehingga sangat stabil. Di alam ada 200 jenis xanthone, sejumlah 50 di antaranya ditemukan pada kulit manggis.

Yang paling banyak mempunyai efek farmakologis adalah alfamangostin, betamangostin, dan garcinon-E. Pemeran utama penumpas sel kanker adalah alfamangostin dan  garcinon-E. Keduanya menghambat proliferasi sel kanker dengan mengaktivasi enzim kaspase 3 dan 9, yang memicu apoptosis atau program bunuh diri sel kanker. Alfamangostin juga mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang sel pembunuh alami yang bertugas membunuh sel kanker dan virus.

Selanjutnya mereka mengambil sejumlah sel penyabab leukemia, seperti HL60, K562, NB4, dan U937, dari Riken Cell Bank, Tsukuba, Ibaraki, Jepang. Sel kanker penyebab leukemia itu ditularkan, kemudian senyawa-senyawa xanthone dilarutkan dalam kultur itu. Hasilnya terbukti bahwa a-mangostin memicu proses apoptosis sel leukemia.

Sedangkan PT.H2O meramu ekstrak kulit manggis menjadi produk herbal multikhasiat yaitu ace maxs

Hasil peneliti Kenzi Matsumoto itu seakan-akan menjadi pemicu perhatian ilmuan dunia pada manggis. Limba bulan setelah penelitian Kenzi Matsumoto, di Swiss ada penelitian yang membuktikan, xanthone ampuh mengatasi depresi. Berikutnya susul-menyusul penelitian di berbagai negara yang hasilnya saling menguatkan efek xanthone sebagai obat Di Taiwan, misalnya, pada Mei 1996 dilakukan 2 peneliti yang berbeda. Satu peneliti membuktikan khasiat xanthone mengatasi depresi; penelitian lain, Antikanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *